Jumat, 10 Juli 2009

BOBO FAIR #7 2009 at Erlangga



Alhamdulillah.. ternyata di BOBO FAIR 2009 ini kami tidak hanya harus pusing dalam masalah bertarung dengan Soundsystem panggung utama. Jadwal main yang tadinya sudah ditentukan ternyata harus berubah mengikuti jadwal kosongnya panggung utama, tapi juga harus pusing Karena ada satu hari yang harus bisa juga membagi waktunya untuk satu stand lain, tapi mereka ini bukan Kompetitor dalam Produknya. Yaitu stand ERLANGGA penerbit buku, dimana kami memang diwajibkan bermain disana karena kami adalah duta Read a Story dari Erlangga. Yang harus mengkampanyekan kebiasaan bercerita agar anak dapat terpacu lebih banyak membaca, saya di hari sabtu dan si Iyan “BOYAN” dihari minggunya. Kewajiban harus dijalankan doong.. dan kami pun menjalankannya dengan sangat senang hati, apa lagi karena dari satu sama lain stand yang mengundang kami telah mengijinkan, karena beda akan produknya, jadi bukan kompetitor. Tapi usut punya usut ternyata ada suatu omongan yang membuat kami senang dan bangga karena dari masing-masing Stand itu punya argument begini, yang satu bilang “wah ternyata pendongeng yang dipakai disini adalah duta dari ERLANGGA yang sudah pasti teruji” (kan pemenang dari kurang lebih 1000 peserta seIndonesia) hehehe… narsis banget ga sih tulisannya…? Dan yang satunya lagi berkata “Nah.. Itulah duta dari ERLANGGA, yang memang diakui juga oleh yang lain sehingga bisa mendongeng dimanapun dan mengkampanyekan Programnya.. (tambah Narsis ga sih tulisannya..?). Pokoke terima kasih kami ucapkan kepada kedua belah pihak yang telah meminta kami untuk bekerjasama dan yang penting adalah terus dan terus mengkampanyekan bercerita untuk anak. Karena kampanye ini tidak ada dampaknya ke Qiuck Count, hehehe….

Hidup Read a Story..




BOBO FAIR #7 2009 at Richeese Land








Fiuuuuhh….!! Akhirnya selesai juga tugas- tugas kami setelah lima hari mulai dari tanggal 1 Juli - 5Juli 2009 berkutat seharian di arena BOBO FAIR yang ke 7 di tahun 2009 ini. Dari hari pertama, ketika baru di buka yang kata teman-teman lain adalah masa Explorasi, dimana hari pertama adalah masa yang Masih perlu pembetulan disana-sini. Dan benar juga saya yang sudah beberapa kali mengikuti kegiatan ini dari tahun ketahun, tetap saja ketemu sama permasalahan yang sama. Yaitu, SOUNDSYSTEM.. yang pada akhirnya saya dan rekan saya si Iyan “BOYAN” harus bertarung dengan kemacetan Jakarta di sore hari itu, berbarengan dengan traffic jamnya orang pulang kantor, harus merelakan waktu istirahat setelah main satu sesi. Untuk mengambil soundsystem yang biasa dipakai untuk berperang kalau dongeng dimana-mana. Dan balik lagi ke arena BOBO FAIR di senayan gedung JCC. Perasaan hati sudah tenang dengan bantuan Soundsystem yang baru saja diambil, sesi kedua pun di mulai, berjalan seperti biasanya. Anak-anak yang jadi Audience kami mulai berkumpul juga bergembira bersama kami di depan panggung boneka di Richeese Land, Booth Kami.
Mereka mulai Asyik mendengarkan cerita. Namun tiba-tiba suara Soundsystem dari panggung utama mulai berbunyi, jelas saja suara dari sondsystem kami kalah jauh dengan mereka, yang mempunyai kekuatan diatas 6000 watt, dan itu tepat di samping panggung Boneka Kami. Inisiatif pun dijalankan, mencoba menaikan Volume agar bisa didengar oleh anak-anak yang lagi mendengarkan cerita. Inisiatif berhasil, suara terdengar lagi dengan jelas.

Tapi Uppssss.. tiba-tiba salah satu kru dari panitia BOBO FAIR datang mengecilkan volume, dengan tidak sopannya (karena dia datang langsung mencari mixer yang kita pakai dan mengecilkan sendiri main volumenya) katanya “sory Boss.. ane kecilin suaranya karena peraturannya ga boleh lebih dari 7,7 desibel” (katanya sih..). yo wiss kita pun lanjut lagi dengan suara yang minim, bertarung dengan gelegar suara panggung utama. But… (ini bahasa inggris loh..) semua anak yang mendengarkan masih tetap setia, itulah yang membuat kami tetap semangat melanjutkan ceritanya sampai selesai. THE SHOW MUST GO ON.. and than..(ini bahasa inggris juga loh..) berakhirlah cerita yang diiringi dengan rasa puas bagi anak-anak, dan juga bagi si pencerita yaitu saya. Masalah gelegar panggung utama, FORGET IT.. thanx for all the Children.. lain waktu kita ketemu lagi dalam cerita dan kesempatan yang lain ya….